Jumat, 13 Mei 2011

Jeruk


JERUK BALI MADU

Kalo inget jeruk Bali, saya sering inget waktu kecil ketika buat kapal-kapalan dr Jeruk Bali, waktu itu sayalah ahlinya. Saya tahu bagaimana menyambung dengan kuat antara bagian satu dengan yang lain.
Tapi sekarang boro2 bisa. Kalo kita kupas pakai tangan aja mudah sobek karna tipisnya. Dengan demikian rasa pahit yang …biasa medominasi Jeruk Bali (kalo tebal banyak kulit yang menempel) hampir2 tidak ada di Jeruk Besar ini. Pantaslah kalo pakai nama ‘madu’: tanpa rasa masam/kecut, betul2 manis dengan warna merah yang menggairahkan.
Daya tahan yg tinggi pada daerah kering (dataran rendah) dan penyakit CVPD, layaklah bila Jeruk ini diacungi jempol tinggi2!
Untuk pecinta tabulampot, saya menyediakan bibit cangkokan dgn harga murah meriah dan tentunya bisa cepat berbuah.

JERUK MANDARIN

Jeruk Mandarin

Jeruk MandarinJeruk Mandarin memiliki rasa juicy, manis, segar dan kaya vitamin C.Menurut kepercayaan orang – orang didaratan Cina, warna kuning, termasuk warna kuning jeruk Mandarin sebagai warna kemakmuran seperti warna emas.
Jeruk keprok atau dalam perdagangan internasional disebut jeruk Mandarin. Jeruk ini memiliki ciri berkulit tebal dan buahnya agak besar. Jeruk ini awalnya ditemukan di China dan Asia Tenggara. Jeruk ini dibawa ke Eropa dan Amerika sekitar tahun 1800 an. Jadilah jeruk ini mendunia. Sementara di Indonesia ada lebih dari 5 jenis jeruk yang populer, salah satunya yaitu jeruk Mandarin.
Bibit MandarinBeberapa Jenis Jeruk Mandarin Mandarin (citrus reticula) buahnya kecil menyerupai orange yang ramping. Kulitnya muda dikupas dan dagingnya sangat sedap rasa harumnya disertai rasa yang manis.
Jeruk Mandarin adalah sumber vitamin C yang sempurna. Mandarin juga menyediakan kalium. Vitamin A dan folicacid, jeruk ini digunakan untuk menghias kue, puding, pai atau ice cream dan juga sebagai pelengkap rasa ayam dan seafood. Kupasan kulit Mandarin memiliki aroma yang tidak lazim harumnya, karena itu Mandarin dikupas lebih tipis dari orange.

Anti Kanker

Riset oleh para ilmuwan Jepang menunjukkan, jeruk mandarin mungkin bisa menurunkan risiko kanker hati, pengerasan pembuluh darah, dan resistensi insulin.
Studi pertama dilakukan oleh para ilmuwan dari National Institute of Fruit Tree Science. Mereka meneliti 1.073 warga kota Mikkabi di Shizuoka, Jepang, yang sejak lama memang biasa mengonsumsi jeruk mandarin. Ternyata, kandungan kimiawi dalam sampel darah mereka menunjukkan bahwa mereka berisiko lebih kecil untuk mengalami masalah-masalah kesehatan serius itu (kanker hati, pengerasan pembuluh darah, dan resistensi insulin).
Sementara riset kedua dilakukan para ahli dari Kyoto Prefectural University of Medicine. Mereka meneliti 30 penderita hepatitis, yang kemudian diminta mengonsumsi minuman yang mengandung karotenoid dan jus jeruk mandarin. Setelah setahun mengonsumsi minuman itu, tak ditemukan adanya sel kanker hati pada 30 penderita itu. Sementara pada 45 penderita hepatitis yang tidak mengonsumsi minuman itu, sebanyak 8,9 persen di antaranya belakangan mengidap sel kanker hati.
Jeruk mandarin memang memiliki kandungan karotenoid yang tinggi. Senyawa vitamin A inilah yang memberi warna oranye pada jeruk mandarin.
Sumber:
  • http://www.lautanindonesia.com/serbarasa/artikel/in-topic/jeruk-mandarin-sumber-vitamin-c
  • http://www.republika.co.id


PAMELO

Jeruk bali, jeruk besar, atau pamelo (bahasa Inggris: pomelo, ilmiah: Citrus grandis, C. maxima) merupakan jeruk penghasil buah terbesar. Nama “pomelo” sekarang disarankan oleh Departemen Pertanian karena jeruk ini tidak ada kaitannya dengan Bali. Jeruk ini termasuk jenis yang mampu beradaptasi dengan baik pada daerah kering dan relatif tahan penyakit, terutama CVPD yang pernah menghancurkan pertanaman jeruk di Indonesia.
Beberapa jenis jeruk bali adalah Nambangan, Srinyonya, Magetan, Madu/Bageng (tanpa biji). Tiga kultivar yang pertama ditanam di sentra produksi jeruk bali di daerah Kabupaten Magetan dan Kabupaten Madiun, sedangkan yang terakhir ditanam di daerah Bageng, Kabupaten Pati, semua di Pulau jawa, bukan di Bali.
Perbanyakan dapat dilakukan dengan biji (tidak dianjurkan untuk budidaya) atau dengan pencangkokan.
Sumber negerihamesha.blogspot.com

JERUK FRIMONG

Berbuah Manis Sepanjang Tahun – JerukFrimong

“DI SEBUAH KEBUN DI LEMBANG, BANDUNG. RIBUAN BUNGA MUNCUL DARI 1.500 FRIMONG YANG DITANAM. DUA BULAN BERSELANG BUNGA BERUBAH MENJADI BUAH SEUKURAN KELERENG. LEBAT SEKALI! “
Salah satu alasan para kolektor tanaman buah dalam pot untuk melengkapi tanaman jeruk dalam koleksinya adalah jeruk dalam pot dapat berbuah sepanjang tahun tanpa mengenal musim. Karena rajinnya berbuah, jeruk ranum berdiamater 5-6Cm ini bisa untuk dipastikan selalu ada di dalam pot dan bunga baru yang setiap saat siap bermunculan.
Jeruk frimong (fremong) adalah varietas jeruk yang menarik untuk dibudidayakan baik di perkebunan maupun di dalam pot (tabulampot). Jeruk frimong memiliki tampilan yang menarik, berwarna kuning jingga merata dengan rasa manis seperti jeruk impor.
Jeruk frimong adalah tanaman yang adaptif hidup di Indonesia.  Pada penanaman di lahan jeruk frimong dapat mulai berbuah pada usia 1,5 tahun  setelah tanam. Dengan nutrisi yang cukup dan pengaturan pemberian air, jeruk frimong dapat berbuah sepanjang tahun.
Permintaan bibit jeruk frimong  termasuk tinggi setelah permintaan akan pohon mangga.

JERUK JARI BUDHA

Jeruk Jari Budha

Jeruk jari Budha kurang banyak dikenal padahal jeruk ini banyak dicari untuk keperluan ritual upacara dan ramuan obat tradisional Cina. Jeruk jari Budha berasal dari wilayah sekitar Cina dan Myanmar dimana jeruk ini sebenarnya merupakan varietas dari jeruk sukade (Citrus Medica) yang memiliki nama ilmiah C. medica var. sarcodactylis
Seperti halnya jeruk sukade, jeruk jari Budha atau di Aceh dikenal dengan nama jeruk kuku macan, memiliki buah berkulit tebal dengan rasa pahit-getir karena banyaknya kandungan minyak atsiri pada kulit tersebut.
Jeruk jari Budha memiliki bentuk buah yang unik dan menarik. Kulit buah jeruk ini memiliki permukaan yang menonjol rapi membentuk jari tangan setengah mengepal, itulah sebabnya jeruk yang memiliki nama asliHiong i lah ini mendapat nama jeruk jari Budha.
Jeruk jari Budha di Jakarta juga dikenal dengan nama jeruk tangan dewa, suatu penamaan yang keberadaannya tidak bisa dilepaskan dari upacara keagamaan etnis Cina sebagai jeruk persembahan dewa.
Buah jeruk jari Budha yang telah matang (jatuh pohon) memiliki kandungan senyawa antara lain hesperidin, esscense oil, herperedin oil, dan asam kalak. Buah dalam kondisi seperti inilah yang dimanfaatkan oleh para sinse sebagai bahan obat tradisonal. Sinse akan mengiris tipis-tipis buah dan mengeringkannya dengan menjemurnya tanpa terkena sinar matahari langsung karena dapat merusak kandungan senyawa yang terkandung di dalamnya.
Selain untuk dijadikan tanaman obat, jeruk jari Budha juga menarik untuk dijadikan tanaman hias karena bentuk buahnya serta warnanya yang cantik. Perawatan tanaman jeruk jari Budha tidaklah sulit dan tidak banyak musuh pengganggunya. setelah berumur satu tahun tanam, biasanya tanaman jeruk jari Budha sudah mulai dapat berbuah dan tiga bulan kemudian buahnya akan cukup tua untuk dimanfaatkan sesuai keperluan.

JERUK SANTANG

Jeruk Santang

 Siapa yang tidak suka jeruk santang? Kebanyakan orang pasti  menyukai jeruk berukuran imut  asal Hong kong dan RRC yang akan membanjiri pasar saat tahun baru Cina atau Imlek
Jeruk santang memiliki rasa manis yang bervariasi, dari yang manis sekali, manis sedang, sampai manis dengan sedikit asam yang menyegarkan. Hal lain yang membuat menarik dari kerabat suku Rutaceae ini adalah sulit menebak rasanya dari bentuknya selain dengan mencicipinya. Bentuk yang imut atau sedikit besar tidak akan memastikan bahwa rasa jeruk akan manis. Cara termudah untuk memastikan seberapa manis rasa dari jeruk ini adalah dengan mencicipinya!

JERUK SUKADE

Jeruk Sukade

 Buah jeruk Sukade yang memiliki bentuk buah seperti pepaya ini dalam istilah kuliner lebih populer dikenal dengan nama jeruk sukade.
Jeruk Sukade memiliki kulit buah tebal sehingga kerap dimanfaatkan sebagai manisan sukade sejak  jaman Belanda ada di Indonesia. Jeruk Sukade atau kadang disebut dengan jerpaya, juga sering dipakai untuk campuran dalam pembuatan kue karena rasa buahnya yang masam seperti jeruk sitrun.
Beberapa varietas  jerpaya memiliki rasa manis dan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan sebagai sumber vitamin C dan anti oksidan
Ukurannya buah jeruk Sukade sangat besar, dapat mencapai panjang 25 cm dengan diameter 10 cm. Keunikan inilah yang banyak menggoda penggemar tanaman untuk mengkoleksi tanaman buah jeruk yang memiliki kulit jeruk berwarna hijau segar dengan tekstur kulit berkerut setebal kulit jeruk Bali.
Manisan kulit jeruk atau Sukade dibuat dengan memasak kulit buah dengan gula kemudian dikeringkan dan dipotong-potong kecil. Manisan Sukade memiliki warna kuning atau hijau tembus pandang, rasanya mirip jeruk tetapi terasa agak sedikit pahit. Sukade banyak digunakan dalam berbagai kue dan pastry, oliebollen, dan roti kismis (krentenbrood).
Sukade atau manisan adalah buah-buahan yang direndam dalam air gula selama beberapa waktu. Membuat buah-buahan menjadi manisan adalah salah satu cara untuk mengawetkan bahan makanan dan hal ini sudah dilakukan sejak zaman dahulu kala. Jenis manisan ada 3 macam yaitu, manisan kering, manisan basah, dan manisan basah berkuah.

Budidaya Jeruk Sukade

Membudidayakan  jeruk sukade sangat mudah seperti kebanyakan tanaman jeruk lainnya. Tanaman jeruk termasuk tanaman yang tahan kekurangan air, sehingga bisa langsung ditanam tanpa memerlukan prosedur khusus selain prosedur standar yaitu membuat lubang pada tanah dengan ukuran 50x50x50 cm kemudian menaman bibit jeruk dengan menimbun akarnya menggunakan campuran tanah yang dicampur dengan 10kg pupuk kandang.
Nama umum
Indonesia: Jeruk sukade, jeruk sekade, sitrun
Inggris: Citron
Melayu: Limau susu
Vietnam: Thanh yen
Thailand: Som ma ngua
Pilipina: Bulid
Cina: Gou yuan
Jepang: Maru bushukan


JERUK CHOKUN

Jeruk Chokun

 Chokun / coukun sebenarnya adalah nama satu tempat di Thailand yang memiliki perkebunan jeruk yang sangat luas. Ditempat agro wisata ini pengunjung dapat membeli dan memetik buah jeruk langsung dari pohonnya.
Jeruk chokun memiliki rasa sangat manis tanpa sepah daging buah yang pada bulan juli ini yang dipasarkan di jakarta dengan nama JERUK MADU. Coba saja rasakan rasa super manisnya, dan Anda akan setuju dengan julukan jeruk madu yang melekat pada jeruk ini.
Pohon jeruk chokun asal okulasi bersifat sangat genjah dengan produktifitas yang sangat tinggi maka direkomendasikan varietas jeruk ini untuk dikebunkan secara komersial.
Seperti tanaman jeruk pada umumnya, jeruk Chokun memerlukan 5-7 bulan basah terutama di bulan Juli-Agustus dengan temperatur optimal antara 20°-30° C dan memerlukan cahaya sinar matahari penuh / tidak terhalang.

Budidaya Jeruk Chokun

Jeruk chokun bukanlah varietas jeruk yang sulit untuk dikebunkan. Jika Anda tertarik untuk membudidayakan jeruk Chokun atau jeruk lainnya, mungkin Anda dapat mengunduh materi berikut:





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar